Prarancangan Pabrik Etil Asetat dari Etanol dan Asan Asetat menggunakan Reaktif Distilasi

Standar

Pemilihan Proses

2.1.1 Etil Asetat
Etil asetat merupakan salah satu jenissolvent atau pelarut yang memiliki rumus CH3COOC2H5. Cairan jernih tak berwarna dan berbau harum atau aroma buah (khas ester) ini mempunyai kemurnian 99,8% dengan kandungan impuritasnya berupa air maksimal 0,1% dan etanol maksimal 0,1%, serta larut dalam alkohol dan mempunyai titik didih sebesar 77 oC dengan berat jenis 0,8945 gr/ml (25 oC).

2.1.2 Macam – Macam Proses Pembuatan Etil Asetat
Ada beberapa macam proses pembuatan etil asetat, dan beberapa diantaranya merupakan proses yang komersial.

1. ProsesTishchenco
Reaksi yang terjadi :

2 CH3CHO ——–> CH3COOCH2CH3

Proses ini pertama kali dikembangkan olehTishchenco, dimana yield yang didapat adalah 61 %. Bahan baku yang digunakan adalah Asetaldehid dengan menggunakan katalis Alumunium Etoksida pada temperatur reaksi 20 0C. Proses ini dikembangkan pada industri di Eropa selama satu setengah abad dimana acetaldehyde menjadi bahan intermediet yang penting dibandingkan dengan Acetylen.

2. Proses Esterifikasi dengan Katalis Asam Kuat
Reaksi yang terjadi :

CH3COOH + CH3CH2OH——>  CH3COOCH2CH3 + H2O

Pada proses esterifikasi, ester diperoleh dengan jalan mereaksikan asam karboksilat (umumnya asam asetat) dan alkohol (umumnya etanol). Proses berlangsung pada suhu 70-155 0C pada tekanan 1-3 atm dengan menggunakan katalis bersifat asam. Dalam industri, katalis yang umum digunakan adalah asam sulfat.Yieldetil asetat yang didapat 67 %.

3. Etil Asetat dari Ethylene dan Asam Asetat
Reaksi yang terjadi :

CH3COOH + C2H4 ——- > CH3COOCH2CH3

Proses ini diklaim menghasilkan limbah yang lebih sedikit daripada proses yang menggunakan alumunium klorida sebagai katalis sehingga lebih ramah terhadap lingkungan. Pada proses ini katalis yang digunakan adalah katalis penukar ion fluoropolimer dengan gugus sulfonic. Reaksi ini berlangsung pada fase gas pada suhu 150 oC. Konversi yang didapat sekitar 60%. Karena reaksi ini berlangsung lambat maka dibutuhkan reaktor yang berukuran besar.

4. ProsesTheodore
Bahan baku yang digunakan adalah etanol dan asam asetat dengan katalis zirconicum dioxide pada suhu 70 oC. Proses ini berlangsung secarabatch dimana konversi mencapai 64%.
Reaksi yang terjadi:

CH3COOH + C2H5OH ——> CH3COOCH2CH3

Dari berbagai proses diatas, proses Esterifikasi dengan katalis asam sulfat memiliki beberapa keunggulan diantaranya :

  • Konversi yang didapat lebih besar yaitu 67%, dibandingkan apabila dibandingkan dengan prosesTishchencohanya 61% dan proses etilen dan asam asetat hanya 43,6%.
  • Bahan pembantu (katalis) yang digunakan lebih sedikit.
  • Bahan baku mudah diperoleh dari dalam negeri.
  • Temperatur yang digunakan relatif rendah.

5. Proses Krupp
Proses Krupp pada dasarnya sama dengan proses esterifikasi dengan katalis asam sulfat, namun katalis yang digunakan adalah resin asam. Reaksi pada proses ini berlangsung pada tekanan atmosfir dan suhu 99-100 oC dengan kemurnian yang dapat dihasilkan sebesar 99,8%. Keuntungan pada proses Krupp ini dibandingkan dengan proses Esterifikasi dalam penggunaan Katalis, pada proses Krupp bahan pembantu (katalis) yang digunakan lebih sedikit (resin asam) daripada proses Esterifikasi yang menggunakan katalis Asam Sulfat (H2SO4).
Reaksi yang terjadi:

CH3COOH + C2H5OH ——-> CH3COOCH2CH5 + H2O

6. Proses Krupp dengan Pemisahan Reaksi Distilasi
Pada dasarnya proses ini merupakan proses Krupp, hanya saja metode pemisahan yang diterapkan berbeda. Proses Krupp pada umumnya menggunakan proses pemisahan dengan kolom distilasi biasa, tetapi pada prancangan ini menggunakan kolom reaksi distilasi. Pada kolom reaksi distilasi ini terjadi proses reaksi dengan proses pemisahan secara bersamaan, sehingga reaksi yang terjadi pada reaktor sebelumnya dapat disempurnakan pada kolom reaksi distilasi, kemudian diteruskan dengan proses pemisahan untuk mendapatkan produk.

Adapun kegunaan Etil Asetat dalam industri sebagai berikut :

  • Bahan pelarut cat, thinner dan bahan pembuat plastik
  • Coextractant bagi senyawa lemak, kamfer, dan bahan – bahan antibiotik.
  • Bahan baku bagi industri tinta cetak, industri resin sintetis.
  • Bahan baku bagi industri parfum, flavour, kosmetik, sabun, dan minyak atsiri.
  • Untuk kebutuhan industri farmasi.

About buyunkch4n1490

semua yang akan dilakukan di iringi dengan niat yang tulus ikhlas tanpa mengharap sesuatu. saling berbagi apa yang dimiliki, mungkin kita sama-sama membutuhkannya

Komentar ditutup.