Prarancangan Pabrik Minyak Pelumas Dasar (Lube Base Oil) dari botol plastik HDPE

Standar

Minyak pelumas merupakan salah satu bagian terpenting pada jenis peralatan yang berputar atau bergerak, antara lain pompa, mesin-mesin, generator dan peralatan lain yang dalam kegiatannya membutuhkan pelumas seperti misalnya alat-alat transportasi darat, laut maupun udara. Minyak pelumas yang saat ini beredar di pasaran berasal dari pengolahan minyak bumi. Minyak mentah (crude oil) hasil pengeboran minyak bumi di dasar bumi mengandung berbagai senyawa hidrokarbon dengan titik didih yang berbeda-beda. Kemudian, berbagai senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak mentah ini dipisahkan menggunakan teknik distilasi bertingkat (penyulingan) berdasarkan perbedaan titik didihnya. Selain bahan bakar, seperti bensin, solar, dan minyak mentah, penyulingan minyak mentah juga menghasilkan minyak pelumas.Minyak pelumas dari minyak mentah untuk sementara dapat menjadi alternatif minyak pelumas. Pada masa mendatang, cadangan minyak bumi di dunia diperkirakan akan segera menipis. Sedangkan kebutuhan minyak pelumas semakin meningkat, oleh karena itu perlu adanya bahan baku alternatif untuk menghasilkan minyak pelumas. Berdasarkan hasil penelitian Stephen J. Miller, Ph.D., seorang ilmuwan senior dan konsultan di Chevron, Amerika Serikat dan University of Kentucky, ia berhasil mengubah limbah plastik menjadi minyak pelumas yang dapat dipergunakan untuk kendaraan bermotor.

Di Indonesia, limbah botol plastik di buang begitu saja di tempat pembuangan akhir. Plastik memiliki banyak kelebihan dibandingkan bahan lainnya. Secara umum, plastik memiliki densitas yang rendah, bersifat isolasi terhadap listrik, mempunyai kekuatan mekanik dan ketahanan bahan kimia yang bervariasi, ringan, mudah dan murah dalam pembuatannya.

Sebagian besar plastik yang digunakan di indonesia merupakan jenis plastik polietilena. Ada dua jenis polietilene, yaitu high density polietylen(HDPE) dan low density polietylene (LDPE). HDPE banyak digunakan sebagai botol-botol minuman, botol deterjen, botol kosmetik, dan lain-lain. Sedangkan LDPE digunakan sebagai kantong plastik. Pemanasan dengan mnetode pirolisis akan membentuk suatu senyawa hidrokarbon cair. Senyawa hidrokarbon cair yang terbentuk mempunyai struktur kimia seperti lilin (wax) sehingga memungkinkan untuk diolah menjadi minyak pelumas dasar (lube base oil)

Kebutuhan akan minyak pelumas semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan sektor industri. Dengan adanya penemuan pembuatan pelumas sintetis dari botol plastik bekas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi. Dari data yang didapat, terdapat 220 merk pelumas yang memproduksi 5000 tipe pelumas yang beredar di pasar dalam negeri. Produk tersebut berasal dari impor dan lokal. Tujuan perancangan pabrik ini adalah untuk memproduksi minyak pelumas dasar skala pabrik melalui metode pirolisis untuk memenuhi kebutuhan akan minyak pelumas dengan cara pemanfaatan limbah botol plastik. Demikian arah pembangunan industri yakni memajukan kemandirian perekonomian dapat diwujudkan. Adapun tujuan pembangunan pabrik ini antara lain :

  • Membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi non migas.
  • Menambah pendapatan negara berupa pajak penghasilan.
  • Pengolahan limbah plastik menjadi hasil industri yang mempunyai nilai lebih dan ekonomis.
  • Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitarnya.

Proses pengolahan botol plastik menjadi minyak pelumas dasar terdiri atas 3 proses yaitu : proses pirolisis, proses Hydrotreating/Hydrocracking dan proses Hydroisomerisasi. Proses pirolisis merupakan teknik pembakaran tanpa menggunakan oksigen dan dilakukan pada suhu yang tinggi yaitu diatas 430 oC. Pirolisis dilakukan pada temperatur hingga 650 oC. Di dalam proses pirolisis, limbah plastik mampu dirubah menjadi feedstock petrokimia, seperti nafta, liquid dan wax seperti hidrokarbon dan gas. Teknik pirolisis telah digunakan sejak awal tahun 1930 di Jerman untuk peningkatan residu hidrogenasi yang telah diperoleh dari pelelehan batubara (coal liquefaction).

Pirolisis adalah sebuah metode sempurna untuk mendaur ulang material heterogen seperti limbah yang telah bercampur. Pirolisis limbah plastik dilakukan menggunakan sebuah dapur yang memberikan efisiensi panas tinggi sekitar 75-85%. Metode pirolisis dapat merubah limbah plastik menjadi minyak dan gas.

Beberapa keunggulan pirolisis, meliputi

  1. Konsumsi energi yang sangat rendah (sebagai contoh, maksimal hanya sekitar 10% dari jumlah energi limbah plastik yang digunakan untuk merubah potongan (sampah) menjadi produk petrokimia.
  2. Prosesnya dapat mengatasi limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang secara efisien melalui cara-cara alternatif .
  3. Prosesnya beroperasi tanpa membutuhkan udara atau campuran hidrogen dan tidak melibatkan tekanan yang tinggi.

Proses hidrocraking merupakan proses yang berfungsi untuk mengubah hidrokarbon tak jenuh menjadi molekul-molekul hidrokarbon yang jenuh dan untuk memecah molekul-molekul berat menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan ringan untuk kemudian dijadikan molekul-molekul hidrokarbon yang jenuh semuanya. Proses hidrocraking berlangsung pada temperatur 190 oC – 340 oC, dan pada tekanan 400 psig – 3000 psig dan digunakan katalis platina alumina Pt (Al2O3). Katalis pada reaktor ini digunakan secara fixed bed dalam masa regenerasinya tahunan

Proses hidroisomerisasi merupakan proses yang berfungsi untuk menjadikan molekul-molekul isomer yang mempunyai viskositas yang tinggi, tingkat titik beku yang rendah dan menjadikan pelumas dasar yang iso-parafinik. Proses hidroisomerisasi ini berlangsung pada temperature 200 oC – 475 oC dan tekanan 15 psig – 3000 psig.

About buyunkch4n1490

semua yang akan dilakukan di iringi dengan niat yang tulus ikhlas tanpa mengharap sesuatu. saling berbagi apa yang dimiliki, mungkin kita sama-sama membutuhkannya

Komentar ditutup.