Prarancangan Pabrik Semen Pozolan Kapur (SPK)

Standar

Semen Pozolan Kapur (SPK)

Semen pozolan kapur adalah suatu bahan pengikat hidrolisis yang dibuat dengan menggiling bersama suatu bahan pozolan dengan kapur padam dalam perbandingan tertentu. Semen pozolan kapur sudah mendapat pengakuan resmi dari pemerintah untuk pemasaran berdasarkan Standar Industri Indonesia yang  dikeluarkan Departemen Perindustrian No. 0131-75.Pozolan (Trass)

Pozolan adalah bahan alam atau buatan yang sebagian besar terdiri dari unsur-unsur silikat atau aluminat yang reaktif. Bahan ini tidak memiliki sifat-sifat semen, tetapi dalam keadaan halus jika dicampur dengan kapur padam dan air setelah beberapa waktu dapat mengeras pada suhu kamar sehingga membentuk suatu massa yang padat dan sukar larut dalam air.

Ada dua jenis pozolan, yaitu pozolan alam dan buatan. Yang termasuk pozolan alam adalah trass, sedangkan pozolan buatan adalah semen merah (bata merah/genteng keramik yang digiling), gilingan terak dapur tinggi (slag), dan fly ash/abu terbang.

Semen Pozolan Kapur (SPK) dibuat dengan cara menggiling bersama antara bahan pozolan dan kapur padam atau dengan cara mengaduk bahan pozolan halus  dengan kapur padam hingga didapatkan adukan yang homogen. Sebelum dilakukan pencampuran kedua bahan tersebut harus dalam kondisi kering dengan kadar air mendekati nol, sehingga tidak terjadi gumpalan-gumpalan yang dapat mengurangi  homogenitas dan menurunkan kualitasnya.

Proses produksi Semen Pozolan kapur (SPK) dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu :

  1. Sistem Over Carlsson,
  2. Sistem Cibadak,
  3. Sistem Semen Surkhi, dan
  4. Sistem Unido (Puslitbang Pemukiman, 2000)

1 Sistem Over Carlsson

Pada Sistem Over Carlsson, batu gamping yang telah dibakar dan di padamkan (semi padam) di campur dengan tras alam kemudian digiling halus dan diayak hingga 0,09 mm. Kadar air yang terdapat pada trass dimanfaatkan untuk penyempurnaan pemadaman kapur.

Kelebihan menggunakan Sistem Oven Carlsson

  • Tidak perlu menggunakan pengering tras
  • Air yang digunakan untuk pemadaman kapur lebih sedikit

Kekurangan menggunakan Sistem Oven Carlsson

  • Kadar air trass harus dikontrol secara terus menerus
  • Jumlah air yang digunakan untuk pemadaman kapur harus disesuaikan dengan kadar air pada tras. 
  • Pencampuran pada kondisi basah kurang menjamin homogenitas campuran. 
  • Kelebihan atau kekurangan air pada proses dapat mempengaruhi kualitas semen yang dihasilkan.

2 Sistem Cibadak

Pada Sistem Cibadak tanah liat dan bubuk batu gamping dicampur dalam kondisi basah, kemudian dibentuk segmen-segmen ukuran tertentu dan dibakar pada suhu 900°C. Kemudian klinker hasil pembakaran digiling halus hingga didapat semen dengan kehalusan 0,09 mm.

Kelebihan menggunakan Sistem Cibadak

  • Penggunaan energi proses pembakaran relatif kecil
  • Tidak melalui proses pemadaman kapur

Kekurangan menggunakan Sistem Cibadak

  • Perlu pengolahan bahan mentah
  • Pencampuran dalam kondisi bahan mentah kurang menjamin keseragaman produk
  • Karena kapur tidak melalui proses hidrasi, maka produk yang dihasilkan kualitasnya kurang terjamin

3 Sistem Semen Surkhi

Pada Sistem Semen Surkhi tanah lempung dibakar dengan suhu 900 °C, kemudian digiling halus hingga 0,09 mm. Kapur padam juga digiling halus hingga 0,09 mm. Kedua bahan ini dicampur dengan komposisi tertentu, dengan menggunakan alat ball mill pada kondisi kering hingga didapatkan campuran yang homogen.

Kelebihan menggunakan Sistem Semen Surkhi

  • Pencampuran dalam kondisi kering, sehingga relatif homogen
  • Pengontrolan kualitas produk dapat dilakukan dengan mudah

Kekurangan menggunakan Sistem Semen Surkhi

  • Perlu energi untuk pembakaran bahan baku
  • Proses lebih lama
  • Peralatan lebih banyak
  • Energi yang diperlukan relatif lebih besar

4 Sistem Semen Unido

Pada Sistem Unido, tras alam dihancurkan dengan kehalusan lolos ayakan 4,8 mm. Sedangkan batu gamping setelah dihancurkan dibakar pada rotary kiln, kemudian ditambahkan air menjadi kapur padam. Pada kondisi kering keduanya  dicampurkan kemudian digiling halus menggunakan ball mill hingga 0,09 mm.

Kelebihan menggunakan Sistem Semen Unido

  • Pengontrolan bahan baku mudah dilakukan
  • Kondisi bahan baku kering dan halus, siap digunakan
  • Pencampuran dalam kondisi kering, sehingga menjamin homogenitasnya
  • Sisa panas pembakaran kapur dapat dimanfaatkan untuk pengeringan bahan baku
  • Komposisi campuran dapat dikontrol dengan mudah
  • Kapasitas produksi cukup besar
  • Energi yang diperlukan lebih kecil

Kekurangan menggunakan Sistem Semen Unido adalah membutuhkan pengolahan bahan baku.

About buyunkch4n1490

semua yang akan dilakukan di iringi dengan niat yang tulus ikhlas tanpa mengharap sesuatu. saling berbagi apa yang dimiliki, mungkin kita sama-sama membutuhkannya

Komentar ditutup.